GURU
‘Pahlawan Tanpa Tanda Jasa’ Benarkah ??? Setelah aku baca novel yang berjudul " Laskar Pelangi " Buah karya Andrea Hirata, Aku berpikir dan sedikit merenung yang akhirnya muncul pertanyaan dibenakku. Adakah kini seorang murid yang begitu cinta pada gurunya, atau adakah kini guru yang tanpa pamrih seperti Ibu Muslimah dan Bapak Harfan. Karena yang kini kutemukan,Guru yang sibuk dengan dirinya sendiri. sibuk menunjukkan prestasinya karena haus akan gelar GURU BERPRESTASI walaupun prestasi disana masih dalam tanda tanya besar ??? PRESTASI APA ??? Apakah prestasi dalam mengahasilkan anak didik yang lulus dengan nilai yang di atas rata - rata, atau membuat prestasi yang membuat orang - orang terkagum - kagum, dan prestasi itu pun tak ada hubungannya dengan pengajaran. Ada lagi "GURU TELADAN " yang sering diplesetkan oleh teman - teman
"GURU TELAT DATANG" Mereka berusaha menjadi teladan bagi semua yang hanya sebatas teori saja, pelaksanaannya malah menimbulkan pertanyaan APA YANG HARUS SAYA TELADANI ??? Belum selesai dengan guru berprestasi dan guru teladan, muncul lagi dengan "SERTIFIKASI GURU" Yang konon katanya kalau guru yang sudah memiliki sertifikasi akan mendapatkan dua kali lipat gaji pokok. Tapi syaratnya harus mengumpulkan poin, 800 poin.Nah poin itu didapat dari….KBM ( kegiatan belajar mengajar ), keaktifan kita mengikuti kegiatan - kegiatan apakah seminar, MGMP, pelatihan - pelatihan, dll. Akhirnya semua berlomba - lomba mengikuti seminar, pelatihan bahkan melanjutkan ke jenjang S2 agar sertifikasi berjalan lancar. Lalu Bagaimanakah dengan anak - anak kita di kelas ??? kalau guru - gurunya sibuk untuk sertifikasi. Tapi dari semua itu masih banyak kok guru yang tidak tergiur dengan label - label seperti itu. Yang masih tahu apa tugas utamanya, Dia sebagai guru.Dan aku pun bersyukur karena Alloh telah memberikan takdir teramat manis untukku ‘ MENJADI SEORANG GURU ".