The KiTe RuNnEr
![]()
Resensi Buku
Judul Buku : The Kite Runner
Penulis : Khaled Hosseini
Penerjemah : Berliani M. Nugrahani
Penyunting : Pangestuningsih
Penerbit : P.T. Mizan Pustaka
Cetakan : I ( Pertama)
Tahun Terbit : Maret 2006
Tebal Buku : 615 halaman
Nomor ISBN : 979-3269-46-4
Judul buku ini sangat menarik, judulnya sangat simpel dengan cover yang sangat menarik, dua orang anak yang saling bergandengan tangan, mereka bergandengan tangan di bawah langit yang cerah dengan awan yang berarak putih di temani sebuah layang-layang yang melayang bebas. sekilas pembaca berpikir untuk siapakah buku ini ? anak-anak, remaja atau orang dewasa.
Buku ini menceritakan seorang anak yang bernama Amir yang tinggal di Afganistan sebelum peperangan di Afganistan berkecamuk. Amir adalah seorang anak dari keluarga terpandang, dia tinggal bersama ayahnya dan pelayan yang bernama Ali serta anaknya Hassan. Ibunya meninggal ketika melahirkannya. Amir tidak pernah tahu seperti apa dan bagaimana ibunya. Ayahnya tidak pernah menceritakan tentang ibunya selain mengatakan kalau ibunya meninggal ketika melahirkannya.
Amir bersahabat dengan dengan Hassan, Hassan adalah satu-satunya teman bermainnya sekaligus saudaranya yang selalu membelanya, yang selalu berdiri disampingnya untuk melindunginya, yang selalu membuatnya cemburu karena ayahnya pun sangat menyayangi Hassan. Hassan yang selalu melakukan segalanya untuk Amir, melakukan tanpa pamrih. Dalam hidupnya yang ada hanyalah pengabdian untuk Amir. Untuk Amir kesekian kalinya selalu itu yang dilakukan Hassan.
Suatu ketika Amir yang mengkhianati Hassan. Rasa bersalah menghantui sepanjang hidupnya. Menyingkirkan Hassan dari kehidupannya adalah pilihan tersulit yang harus diambilnya. Namun setelah Hassan pergi, tak ada yang tersisa dari masa kecilnya. Seperti layang-layang putus, sebagian dari dirinya terbang bersama angin. Tetapi masa lalu yang telah terkubur dalam-dalam pun senantiasa menyeruak kembali. Hadir membawa luka-luka lama. Dan seperti rapuhnya layang-layang, tak kuasa menahan badai, Amir harus menghadapi kenangannya yang mewujud kembali.
Di akhir kisah kecemburuan Amir terjawab, kenapa ayahnya begitu menyayangi Hassan?
Setelah membaca buku The Kite Runner karya Khaled Hosseini, banyak sekali yang kita dapatkan. Kita seolah diajak untuk berjalan-jalan dan menikmati keindahan, kebiasaan dan adat istiadat suatu negara yang akhirnya porak poranda karena peperangan. Begitu piawainya sang pengarang membawa emosi pembaca dalam mendeskripsikan kejadian-kejadian yang terjadi, seolah pembaca turut merasakan apa yang terjadi dalam cerita tersebut.
Disamping segala kelebihan yang dimiliki buku tersebut, seperti novel atau buku terjemahan pada umunya dalam novel tersebut terdapat bahkan banyak kata-kata yang kurang dipahami dan sayangnya juga dalam buku tersebut tidak memuat “Glosarium” yang dapat memudahkan pembaca memahami arti kata yang tidak biasa digunakan.