Nia dan Coretannya

November 29, 2008

AbAiKaN OrAnG-oRaNg BoDoH

Filed under: Cerita Nia


Hari kamis adalah hari kosong aku mengajar, biasanya di hari kamis kuhabiskan waktu untuk kepentingan pribadi dan kepentingan keluarga. Kebetulan kamis kemarin, tepatnya tanggal 27 November 2008, ada beberapa tugas yang belum kuselesaikan, yaitu membuat soal untuk Ulangan Akhir Semester yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 15 Desember. Praktis seharian itu aku bekerja di depan komputer.
Untuk mengatasi kejenuhan membuat soal, aku buka email. Kebetulan sekali ada beberapa email dari sahabatku Pak Wawan di Sorong. Banyak yang kami ceritakan di setiap email yang kami kirimkan. Diskusi tentang Blog, bagaimana merawat bunga yang baik, (kebetulan kita memiliki hobi yang sama yaitu merawat bunga), bahkan seringkali kami saling tukar pengalaman atau cerita-cerita yang lucu. Biasanya setelah membaca email-emailnya rasa penat akan hilang dengan sendirinya
Setelah membalas email-email yang masuk, aku mencoba menghubungi seorang teman. Kebetulan temanku itu seorang designer publishing sebuah penerbitan. Dia sedang membantu mendesign novelku yang pertama (semoga bukan pula yang terakhir…. He he he). Dan kabarnya pun sungguh menggembirakan, novelku sudah 95% selesai. Jadi tinggal menunggu waktu beberapa hari lagi selesai 100%. (more…)

November 17, 2008

NoNtOn TeRmAhAl

Filed under: Cerita Nia

Ini pengalamanku yang sudah cukup lama, pengalamanku di bulan November tahun 2003. Tapi masih kuingat dengan jelas dan kalau ingat suka tertawa sendiri. (Malu juga sih tertawa sendiri, biar ada teman ketawa, jadi kutulis aja…. He he he kegeeran banget yah ! padahal orang lain belum tentu ketawa).
Saat itu kami sekeluarga berkesempatan untuk jalan-jalan ke negeri tetangga bersama keluarga; aku, suamiku dan kedua anakku yang saat itu masih berusia 6 dan 4 tahun. Kami berkunjung ke negara kecil yang terkenal dengan kebersihan dan kedisiplinannya.
Banyak yang dapat kami petik di sana, selain beberapa pengalaman yang berharga, juga kami dapat membuktikan pepatah yang mengatakan “Hujan emas di negeri orang lebih enak hujan batu di negeri sendiri” ( Padahal yang bener lebih enak hujan emas di negeri sendiri … he he he). (more…)

November 11, 2008

12 Pelukan Sehari, Dijamin Tak Sakit-Sakitan Lagi …. !!!

Filed under: Artikel Kiriman


Untuk bertahan hidup, kita membutuhkan 4 pelukan sehari. Untuk kesehatan, kita butuh 8 pelukan perhari. Untuk pertumbuhan, awet muda, kebahagiaan, kita perlu 12 pelukan perhari,” kata Virginia Satir, terapis keluarga.

Mungkin, Anda sedikit heran, benarkah pelukan memiliki kekuatan yang begitu hebat, hingga bisa membuat sehat, panjang umur, dan awet muda? Kapan terakhir kali Anda memeluk seseorang atau seseorang memeluk Anda? Jika jawabannya jarang atau bahkan tidak pernah sama sekali, coba ingat-ingat, apa yang belakangan ini Anda rasakan? Bisa jadi Anda sering sakit-sakitan, depresi, stres, sakit kepala, dan emosional.

Berbagai penelitian menunjukkan terapi pelukan bisa menyembuhkan penyakit fisik dan psikis. Bisa mengatasi stres, depresi dan lain- lain. Orang yang dipeluk, ataupun memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka. Kekuatan ini yang membuat kekebalan tubuh kita semakin meningkat.

Pelukan Damai (more…)

November 10, 2008

NaManya JuGa Anak-Anak

Filed under: Diary


Hari Minggu adalah hari yang khusus untuk keluarga. Biasanya aku menghabiskan waktu untuk mengurus tanaman dan masak makanan favorit keluargaku. Hari Minggu kemarin, kebetulan aku tak memiliki acara kemana-mana. Baru minggu kemarin kami mudik ke Garut, lagi pula suamiku tidakbisa mengendarai mobil jarak jauh. Kakinya masih sakit, terkena pecahan kaca ketika rekreasi bersama teman-temannya.
Setelah menyiapkan sarapan untuk kami sekeluarga, aku ke luar untuk mengambil koran. Biasanya aku sarapan sambil baca koran. Kulihat tetangga depan rumahku berkumpul,”Ada apa nih?” tanyaku dalam hati.
Sebagai tetangga yang baik….( he he he…..maunya kali) aku menghampiri mereka sambil bertanya,”Ada apa?”
Mereka menunjuk mobil tetanggaku yang terparkir di halaman depan rumahnya. Aku perhatikan mobilnya penuh dengan coretan, sebelah kiri badan mobil hampir habis dengan coretan, coretan tersebut menggunakan benda tajam sehingga menimbulkan cat mobil terkelupas. Dan lucunya di bawah coretan tersebut ada tanda tangan dan nama jelas yaitu; Steven, Evelin dan Ricky.
Aku hanya tertawa sambil berujar,” wah untung nggak ada nama anakku di sana.”
Ibu-ibu yang kebetulan nama anaknya ada di sana hanya tertawa hambar, kebetulan yang punya mobil ada di sana dan meminta pertanggungjawaban pada orang tua anak-anak tersebut.
Aku jadi teringat ketika anakku kecil dulu. Waktu itu anakku masih berusia 4 tahun, dia diajak main oleh anak-anak tetanggaku yang usianya selisih 2 sampai 3 tahun dengan anakku, mereka lebih tua dari anakku. Ketika pulang bermain, tangan dan bajunya penuh dengan cat. Ketika kutanya, ,”tadi kena cat,”jawabnya.
Kubersihkan tangan anakku sambil kukatakan, lain kali jangan main cat karena susah membersihkannya.
Besoknya aku baru mendengar cerita yang sesungguhnya, ternyata anakku dan teman-temannya habis mengecat rumah orang. Kebetulan waktu itu ada tetanggaku yang sedang membangun rumah. Cat yang berisi 10 kg habis oleh anak-anak dipakai ngecat sebuah ruangan pada bangunan yang belum selesai.

November 2, 2008

UnTuK SaHaBaT

Filed under: Diary



      

 

       Memiliki sahabat yang tinggal berjauhan dengan kita adalah suatu hal yang sangat menyenangkan. Banyak hal yang kita dapatkan dengan memiliki sahabat yang memiliki banyak perbedaan dengan kita. Apakah itu perbedaan kebudayaan, kebiasaan, dan latar pendidikan. Memiliki sahabat yang dekat dengan kita, itu sudah pasti,. Kita bisa bertemu, bercengkerama, tertawa bersama , berbagi kesedihan, bahkan jalan-jalan bersama walau hanya sekedar window shopping (belanja nggak, cuman jalan-jalan doang). Semua itu sungguh menyenangkan.

        Tapi yang kurasakan, memiliki sahabat yang berjauhan dengan kita memiliki sensasi tersendiri. Jangankan untuk bertemu atau bercanda bersama, untuk sekedar tahu bagaimana kabarnya pun kita memerlukan waktu yang tidak singkat, cukup untuk menguji kesabaran kita. Dan dengan menunggu itulah, kesetiaan dan ketulusan kita dalam bersahabat diuji.

        Mungkin, untuk sekarang ini jarak dan waktu bukan halangan. Kita bisa berkomunikasi dengan sahabat yang terhalang oleh lautan dan Samudera hanya dengan hitungan menit bahkan mungkin detik. Kita bisa menggunakan berbagai fasilitas apakah itu telepon atau email. Dulu, sewaktu aku masih sekolah di tingkat SMA sampai aku duduk di bangku kuliah aku memiliki Sahabat Pena. Dia tinggal di Kolaka Sulawesi tenggara. Aku mendapatkan alamatnya dari sebuah majalah remaja. Kami saling bertukar informasi, cerita bahkan seringkali surat-surat kami di isi dengan canda-canda yang menghibur dan menentramkan hati.

        Hal yang paling menyenangkan adalah menunggu. Menunggu balasan surat yang kukirim. Ketika Pak Pos lewat dan menyerahkan sepucuk surat untukku, alangkah senangnya. Kebahagiaan yang tak terkira. Bahkan aku seringkali lupa mengucapkan terima kasih pada Pak Pos saking girangnya. ( Terima kasih ya Pak Pos, untuk kebahagiaan yang kau berikan dan baru kusadari kini ).  

        Aghan nama sahabatku, dia selalu mengirimkan suratnya tepat waktu. Hingga aku pun dapat menghitung kapan surat balasan akan sampai ke tanganku. Dan itu selalu tepat. Suratku seminggu dalam perjalanan, begitu pun suratnya seminggu di perjalanan. Jadi aku hanya menerima surat dua kali dalam satu bulan dan selalu di hari yang sama. Betapa lama penantianku saat itu, kalau dibandingkan dengan teknologi saat ini. (more…)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham