Nia dan Coretannya

November 29, 2008

AbAiKaN OrAnG-oRaNg BoDoH

Filed under: Cerita Nia


Hari kamis adalah hari kosong aku mengajar, biasanya di hari kamis kuhabiskan waktu untuk kepentingan pribadi dan kepentingan keluarga. Kebetulan kamis kemarin, tepatnya tanggal 27 November 2008, ada beberapa tugas yang belum kuselesaikan, yaitu membuat soal untuk Ulangan Akhir Semester yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 15 Desember. Praktis seharian itu aku bekerja di depan komputer.
Untuk mengatasi kejenuhan membuat soal, aku buka email. Kebetulan sekali ada beberapa email dari sahabatku Pak Wawan di Sorong. Banyak yang kami ceritakan di setiap email yang kami kirimkan. Diskusi tentang Blog, bagaimana merawat bunga yang baik, (kebetulan kita memiliki hobi yang sama yaitu merawat bunga), bahkan seringkali kami saling tukar pengalaman atau cerita-cerita yang lucu. Biasanya setelah membaca email-emailnya rasa penat akan hilang dengan sendirinya
Setelah membalas email-email yang masuk, aku mencoba menghubungi seorang teman. Kebetulan temanku itu seorang designer publishing sebuah penerbitan. Dia sedang membantu mendesign novelku yang pertama (semoga bukan pula yang terakhir…. He he he). Dan kabarnya pun sungguh menggembirakan, novelku sudah 95% selesai. Jadi tinggal menunggu waktu beberapa hari lagi selesai 100%.
Selain membantu mendesign novelku dia juga yang selalu memberikan motivasi padaku dalam menulis. Dia selalu meyakinkan aku, kalau aku mampu menulis. Karena seringkali rasa tidak percaya diri menghinggapiku.
Sejenak aktivitasku di depan komputer terhenti. Kedua anakku pulang sekolah tepat pukul tiga sore. Kuluangkan waktu sejenak untuk bersama anak-anak, mendengar cerita-cerita mereka ketika di sekolah hari itu.
Malamnya ketika kami sedang nonton TV, tiba-tiba telepon di rumahku berdering. Ternyata dari orang tua murid, menyampaikan seputar insiden kecil yang terjadi di sekolah tadi siang. Aku minta maaf, kebetulan pas kejadian tersebut aku tidak di sekolah dan berjanji untuk diselesaikan besok pagi di sekolah. Dan orang tua anak tsb pun menyanggupi untuk datang ke sekolah tepat pukul 09.00.
Esoknya tepat pukul Sembilan kurang lima menit, orangtua murid datang ke sekolah menemuiku, kuajak dia masuk ke ruang BP dan akan kami selesaikan dengan guru BP. Orang tua tsb merasa tidak berkenan dengan perlakuan salah seorang guru terhadap anaknya yang dia rasakan main hakim sendiri, dan memerlakukan anak tsb dengan sedikit kekerasan fisik. Dan kami pun ( aku dan guru BP) tidak setuju dengan perlakuan teman kami tersebut.
Karena guru yang bersangkutan tidak ada, kami mencoba hubungi lewat telepon, rupanya dia tidak ada di tempat. Akhirnya kami putuskan hari senin bertemu lagi sekitar pukul 10.00. Kebetulan orang tua anak tersebut ingin bertemu dengan guru yang bersangkutan. Rupanya kejadian seperti ini bukan yang pertama.
Sebetulnya, apa yang kita temukan dan dapatkan setiap hari dapat menjadi bahan pembelajaran bagi kita. Pelajaran terbaik adalah kita belajar dari kesalahan-kesalahan yang kita buat. Kita tahu bahwa tak ada manusia yang sempurna,. Walau begitu bukan berarti kita menerima begitu saja kekurangan yang kita miliki, tanpa berusaha untuk menuju ke arah yang lebih baik. Kita jangan cepat puas dengan apa yang kita capai hari ini, bukan kita tidak bersyukur tapi hal itu sebagai langkah awal menuju yang terbaik.
Orang yang cepat puas dengan apa yang didapatkan saat ini, biasanya tidak mau lagi belajar atau berusaha kearah yang lebih baik. Bahkan mereka akan bangga dengan sikap dan perbuatan yang sebetulnya sikapnya itu salah.
Dulu, ketika kita bersekolah, cara kita berhadapan dengan guru atau guru memperlakukan muridnya jauh sekali dengan anak-anak kita sekarang. Nah, karena perbedaan itu apakah kita akan tetap mempertahankan cara-cara seperti zaman dahulu yang sudah tidak efektif lagi diberlakukan sekarang.
Kalau kita dapat mengatasi kenakalan anak-anak dengan cara lemah lembut dan kasih sayang, kenapa kita mesti mempergunakan kekerasan, kalau kita bisa bicara dengan senyum dan sedikit keramahan, kenapa kita mesti bicara dengan keras dan wajah cemberut. Banyak cara yang dapat kita lakukan agar kita di hargai dan disayangi.
Terlalu banyak orang yang berpikiran picik, menganggap dirinya yang terhebat, merasa yang dia lakukan yang terhebat dan terbaik, orang lain tidak artinya, saya pikir orang seperti itu akan cepat puas dengan yang didapat saat ini ( yang didapat di sini tentunya tentang ilmu pengetahuan) .
Suatu hari di lingkungan saya bekerja , salah satu rekan saya berujar , “Biarlah saya jadi guru Zadul (zaman dulu) dan gaptek, yang penting saya banyak uang.” walau di tempat saya bekerja disediakan fasilitas internet, tapi hanya sedikit yang menggunakannya. Banyak alasan mereka tidak mau menggunakan:
1. Mereka tidak dapat menggunakan komputer.
2. Mereka berpendapat cukup guru komputer dan Tata Usaha saja yang mampu komputer.
3. Menggunakan komputer apalagi browsing diinternet dan nulis di blog hanya buang-buang waktu.
4. Banyak hal-hal negatif yang ditimbulkan oleh internet.
Karena alasan-alasan di atas, kami yang suka dan intens menggunakan internet bahkan dipandang miring. Awalnya aku merasa jengah juga dengan kondisi seperti itu, tapi karena dorongan teman yang memiliki hobi yang sama dan manfaat yang aku dapatkan, kuabaikan mereka.
Apalagi sebagai orang yang berkecimpung di dunia pendidikan terutama mengajar, masa kita kalah oleh anak-anak. Tempat bertanya siswa adalah guru, bagaimana jadinya kalau siswanya lebih pintar dari gurunya.
Bahkan ada kejadian lucu, anak-anak sekarang begitu pandai membuat email, blog, bahkan membuat web. Di sekolah ada ekstrakuriler bidang bahasa, biasanya anak-anak diajarkan bagaimana menulis fiksi dan puisi. Media yang paling mudah dan tepat adalah dengan menggunakan blog. Ada salah seorang guru yang mengajar esktrakurikuler bidang bahasa dia tidak mampu mengolah blog, sedangkan anak-anak sudah begitu pandai membuat blog sendiri.
Akhirnya, dengan kejadian itu memberikan suatu pelajaran bagiku. Orang yang selalu puas dengan ilmu yang dimilikinya saat ini, adalah orang bodoh. Dan kita tidak perlu menanggapi komentar-komentar orang bodoh, kita tidak bisa menuntut dan meminta orang lain melakukan seperti yang kita lakukan dan kita inginkan.
Agar hidup kita damai, tenang, tentram, dan bahagia sebaiknya abaikan orang-orang bodoh!

5 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://nia.blogsome.com/2008/11/29/abaikan-orang-orang-bodoh/trackback/

  1. Abaikan saja. Sebab segala sepak terjang mereka bukan urusan kita. Mari maju terus menyambut hari esok yang gemilang. Jangan lupa….positif thinking selalu ya, jangan sekali-kali suudzon pada orang lain, sebab hal itu akan menghancurkan sebuah persahabatan.

    Comment by pop — December 1, 2008 @ 5:07 am

  2. Yups…. I m Agree..Dan saya bersyukur memiliki sahabat-sahabat yang selalu mendukung saya dalam segala keadaan. Thank’s very much.

    Comment by nia — December 2, 2008 @ 12:37 am

  3. Seneng sekali . . bahwa Ibu sudah siap launching novel perdananya. Semoga lancar-lancar aja ya. Saya mau jadi pembeli nomor satu bila sudah beredar. Selamat . . .

    Comment by wawan — December 7, 2008 @ 1:14 am

  4. Terima Kasih Bapak atas doanya … Nggak launching kok tapi untuk Bapak spesial deh ….he he he

    Comment by nia — December 9, 2008 @ 12:09 am

  5. Asyik dong . . Trims banget. Sukses, ya.

    Comment by wawan — December 10, 2008 @ 4:21 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham