Nia dan Coretannya

January 17, 2009

LiBuRaN SaKiT

Filed under: Diary


Liburan sakit siapa yang mau sih ?
Itulah yang terjadi padaku, Liburan menjelang…., banyak rencana yang telah kususun untuk mengisi liburan, nonton, jalan-jalan, dan menjenguk orang tua . Itu sebagian rencana yang telah kususun, tapi manusia yang berencana, Tuhan jualah yang menentukan. Setelah pembagian raport, kupikir selesai sudah semua pekerjaan. Tinggal menikmati liburan.
Pembagian raport usai, muncul pengumuman tentang sertifikasi, walau sifatnya tidak resmi, tapi aku yakin harus mengerjakan pekerjaan itu. Kupikir mumpung libur, nanti atau sekarang sama saja pada akhirnya harus kukerjakan.Kuputuskan untuk mengerjakannya disaat libur agar tidak mengganggu Proses Belajar Mengajar.
Hari jumat kuputuskan untuk memulai penyusunan Portofolio, bersama teman-teman tentunya. Belum kumulai pekerjaan, tiba-tiba muncul gossip, kalau aku sudah selesai mengerjakan Portofolio entah darimana munculnya gossip tersebut. Yang pasti membuat marah teman-teman dekatku ( Padahal walaupun ya… aku sudah selesai, kenapa mesti marah? Bukankah sertifikasi itu hak individu) Satu hal membuktikan padaku … ternyata gossip itu bikin senewen dan nggak enak hati.
Klarifikasi? Perlukah? Itu yang kupikirkan. Tadinya aku mau EGP aja ( Emang gue Pikirin ). Tapi akhirnya kuluruskan juga, kalau aku tuh belum melangkah sedikit pun. Aku nggak mau tahu apakah mereka menerima konfirmasiku atau nggak, kupikir biarlah waktu yang menjawabnya. Toh kita sudah dewasa, bukan anak kecil lagi. Walau seringkali kutemui tingkah orang dewasa yang jauh dari definisi dewasa itu sendiri.
Suatu hari aku sangat membutuhkan Format Analisis, ku telpon teman dekatku yang kebetulan kutahu dia memiliki format tersebut. Jawabnya, dia tidak di sekolah dan sekarang lagi di luar kota. Mau ke sekolah rasanya males sekali, akhirnya kuputuskan untuk meminjam ke temanku yang tidak satu sekolah. Dia menyuruhku datang ke rumahnya ,”Kebetulan ada di rumah,” katanya.
Esoknya aku dengar kabar dari pegawai TU, kalau kemarin teman-temanku ada di sekolah. Lho kok ! kita kayak main kucing-kucingan, aku ke sekolah mereka nggak. Jadi di saat kami bertiga Bu Popon, bu Anna dan aku ke sekolah, mereka nggak. Di saat aku nggak ke sekolah mereka ke sekolah. Benar-benar lucu kupikir. Yang lebih lucu, kenapa saat ku telpon temanku mengatakan sedang di luar kota.
Lupakan , pikirku. Untuk apa memikirkan hal-hal yang tak ada manfaatnya sama sekali. Tak terasa seminggu sudah aku berkutat dengan penyusunan portofolio. Bolak-balik rumah dan sekolah, kadang sore hari aku baru pulang, malamnya pun kulanjutkan lagi di rumah. Anak-anak mulai protes liburan nggak bisa kemana-mana, akhirnya kusisihkan waktu untuk nonton film Madgascar Escape to Africa 2, walau terus terang di bioskop rasa lelah menghantuiku jadi aku nonton tidak begitu konsentrasi, antara cape dan ngantuk.
Anakku yang paling kecil baru sembuh dari cacar air, dia ngotot ingin mencoba nginep di rumah adikku di Padalarang kebetulan juga ada beberapa keponakan dari Garut datang bersama kedua orang tuaku. “Udah biar aja, toh anakku juga baru sembuh dari cacarnya,” Ujar adikku membujukku agar mengijinkan anakku liburan di rumahnya.
Dua malam ditinggal anakku rasanya nggak enak juga. Apalagi kakaknya yang sulung uring-uringan nggak ada teman bermain. Padahal kalau ada pun pasti digangguin. Kebetulan keponakanku yang di Padalarang perempuan semua, jadi anak sulungku nggak mau nginep “perempuan semua,” ujarnya.
Anakku pulang diantar adikku dan kedua orang tuaku, sepertinya dia sangat senang dengan pengalaman pertamanya, menginap tanpa kudampingi. Karena rasa kangen ditinggal selama dua malam, aku membujuk anakku agar tidur dikamarku…. Kangen kali yaa…. Aku nggak tahu saat itu cacar air anakku sudah kering dan saat itulah yang katanya masa penularannya. Virus akan cepat menular jika kondisi kita sedang tidak fit. Walau rasa takut menghinggapiku tapi terkalahkan oleh rasa kangen.
Rasanya ada yang kurang kalau liburan tidak pergi ke Garut, ke rumah orang tuaku. Walau rasa lelah menghimpit setelah melewati Tahun Baru, aku paksakan pergi ke Garut. Sepanjang perjalanan badanku mulai tidak enak, tapi tanggung pergi pikirku.
Esoknya, dibantu adikku kulanjutkan pekerjaan penyusunan sertifikasi yang sudah hampir 95%. Aku minta bantuan adikku untuk membuat pembatas halaman. Kalau sudah di depan komputer, aku dan adikku suka lupa waktu. Anak-anak bermain dengan anak-anak kakakku yang kebetulan rumahnya tidak jauh dari rumah orangtuaku. Suamiku sibuk mancing dengan teman-temannya, teman sekantornya … itu sudah menjadi kebiasaan kalau kami pulang ke Garut, teman-temannya nyusul ke Garut untuk mancing. Hobi yang baru digeluti beberapa tahun ini.
Siangnya, tiba-tiba muncul sahabatku ketika SMP. Mengajakku untukmenghadiri acara Reuni, reuni yang diadakan sangat mendadak. Aku tak kuasa menolak, beberapa kali reuni aku tak menghadirinya karena selalu saja ada kendalanya. Walau badanku terasa limbung, kupaksakan juga untuk menghadiri reuni.
Sejenak, aku lupa dengan kondisi badanku yang mulai panas dingin. Bertemu dengan teman ketika kecil dulu suatu kebahagiaan yang tak terhingga. Kami berkumpul di rumah teman yang kebetulan kerjanya di Kejaksaan Jakarta. Ternyata beragam pekerjaan teman-temanku, ada yang menjadi guru seperti aku, pegawai kehutanan, ibu rumah tangga, ustadz, camat, lurah,tukang ojek semuanya berkumpul seperti kami waktu sekolah dulu, tanpa memandang status sosial. Bahkan kami saling membuka rahasia, siapa dulu yang ditaksir atau menaksir siapa. CLBK (Cinta lama Bersemi kembali) …kali yee. Yang akhirnya membuat kami tertawa, menertawakan tingkah kami masing-masing, kemudian membandingkannya dengan keadaan sekarang.
Sekuat apa pun badan kalau sakit… ya siapa yang tahan, acara belum selesai, rencananya selanjutnya kami mau berkaraoke… jadi penyanyi dadakan,aku pamit tak tahan dengan keadaan badanku. Aku pulang diantar teman.
Sampai di rumah, rumah kosong. Aku baru ingat hari ini adikku pindah rumah ke Garut, kebetulan rumah orang tuaku kira-kira 25 km dari Garut. Aku minum obat lalu tidur, belum juga tidur, tiba-tiba tukang ngamen datang, kututup telinga dengan bantal . Eeeeeh bukannya pergi malah semakin keras, aku mengalah…ambil uang lalu menyuruh mereka pergi. Aku kembali tidur…. Baru beberapa menit ku dengar suara rame di luar, kupikir … mungkin orangtuaku yang baru pulang mengantar adikku ternyata … ada saudara dari Ciwidey … kembali kupaksakan tubuhku untukmenemani mereka ngobrol.
Sorenya, aku paksakan pulang ke Bandung walau anak-anak dan kedua orangtuaku protes. Aku ingin betul-betul istirahat. Aku pulang sepanjang perjalanan aku tidur, mampir di Garut sebentar beli oleh-oleh. Tidur lagi, bangun sudah sampai depan pintu pagar rumah.
Esoknya, lumayanbadan sedikit segar, panas sudah turun. Aku kembali mengerjakan penyusunan arsip untuk sertifikasi dibantu suamiku, suamiku melarangku pergi ke sekolah jadi dia siap membantuku.
Aku dapat SMS dari temenku, mengajak ke sekolah. Aku tolak, kukatakan aku tak enak badan bukan aku dendam atau mau membalas perlakuannya,(memang itu kenyataannya). Aku heran kok nggak punya malu yah, disaat butuh dia menghubungiku, saat aku butuh maukah dia membantuku?
Sorenya badanku kembali merasa cape, lelah dan tidak enak. Aku mandi, di perutku ada bintik merah, aku takut. Kulihat anak sulungku, dia pun sama, ada bintik merah di seputar perut dan punggungnya. Akhirnya kami pergi ke dr diantar suamiku. Akhirnya kutahu…. Kami terkena cacar air.
Ternyata, cacar air di usia dewasa / udah tua gini lebih parah dibanding anak-anak.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://nia.blogsome.com/2009/01/17/liburan-sakit/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham