Nia dan Coretannya

April 28, 2009

Cerita di Ambang Petang

Filed under: Diary


Sebenarnya, nggak ada yang istimewa dari gambar di atas. Hanya dua orang pegawai Telkom, yang berdiri di atas tangga, memperbaiki kabel jaringan telpon yang rusak. Tapi aku selalu ingin tertawa dan seringkali tersenyum sendiri apabila melihat orang yang sedang bekerja di tiang telpon atau listrik, teringat pengalaman sahabatku. (more…)

April 20, 2009

‘AsEp StRaWbErY’

Filed under: Diary

Asep Strawbery adalah nama sebuah rumah makan yang terletak di Nagreg Garut. Kalau dari arah Bandung kita melewaati jalan yang ke arah Tasikmalaya. Tempat makan ini lumayan nyaman, bahkan sangat cocok untuk mereka yang merindukan suasana alami, kita bisa makan sambil memandang sawah, gunung yang jarang sekali kita temukan di kota-kota besar. Makanan yang tersedia adalah makanan khas Sunda, seperti Nasi Liwet.

Entah kenapa dinamakan Asep Strawbery, mungkin kalau Asep pemiliknya yang bernama Asep, kalau starwbery, hanya sedikit kutemukan pohon Strawbery. (more…)

April 1, 2009

BeUrIt, TiKuS, MoUsE

Filed under: Cerita Nia

Tikus adalah binatang pengerat yang tidak disukai hampir semua orang, bahkan cenderung ditakuti dan dibenci. Sekarang ini gambar tikus sedang trend. Koruptor digambarkan seperti tikus. Jadi tikus ibarat artis mengisi kolom-kolom surat kabar.
Suatu hari, saya membaca curhatan seorang sahabat yang tinggal di Surabaya. Bagaimana rasa takutnya terhadap tikus. Akhirnya kami terlibat obrolan mengenai rasa takutnya terhadap tikus, aku menertawakannya.Padahal dalam hatiku, aku juga takut, ngeri plus jijik terhadap binatang tersebut.

Sebetulnya, banyak sekali pengalaman yang sangat tidak mengenakan hati berkenaan dengan tikus.
Dulu, waktu aku masih muda ….( sedang jaya-jayanya… he he he ) ada pengalaman yang lumayan lucu juga menurutku. Saat itu aku sedang di depan kaca, sedikit berdandanlah. Ketika sedang asyik mematut-matut diri, tiba-tiba tikus lewat dengan santainya, ibarat peragawati yang sedang berjalan di Catwalk. Kontan aku terkejut dan melemparnya dengan sisir, entah karena aku berbakat menjadi pelempar lembing atau kebetulan saja. Lemparanku begitu tepat sasaran, membuat tikus terkapar dan mati di tempat. Itu adalah awal aku benci, ngeri dan jijik terhadap binatang yang bernama tikus. (more…)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham