BeUrIt, TiKuS, MoUsE

Tikus adalah binatang pengerat yang tidak disukai hampir semua orang, bahkan cenderung ditakuti dan dibenci. Sekarang ini gambar tikus sedang trend. Koruptor digambarkan seperti tikus. Jadi tikus ibarat artis mengisi kolom-kolom surat kabar.
Suatu hari, saya membaca curhatan seorang sahabat yang tinggal di Surabaya. Bagaimana rasa takutnya terhadap tikus. Akhirnya kami terlibat obrolan mengenai rasa takutnya terhadap tikus, aku menertawakannya.Padahal dalam hatiku, aku juga takut, ngeri plus jijik terhadap binatang tersebut.
Sebetulnya, banyak sekali pengalaman yang sangat tidak mengenakan hati berkenaan dengan tikus.
Dulu, waktu aku masih muda ….( sedang jaya-jayanya… he he he ) ada pengalaman yang lumayan lucu juga menurutku. Saat itu aku sedang di depan kaca, sedikit berdandanlah. Ketika sedang asyik mematut-matut diri, tiba-tiba tikus lewat dengan santainya, ibarat peragawati yang sedang berjalan di Catwalk. Kontan aku terkejut dan melemparnya dengan sisir, entah karena aku berbakat menjadi pelempar lembing atau kebetulan saja. Lemparanku begitu tepat sasaran, membuat tikus terkapar dan mati di tempat. Itu adalah awal aku benci, ngeri dan jijik terhadap binatang yang bernama tikus.
Ternyata, pepatah yang mengatakan ” Jangan membenci berlebihan dan jangan pula menyukai berlebihan.” Ketika kita membenci sesuatu dengan berlebihan, apa yang kita benci itu akan menghampiri kita setiap waktu. Saya telah buktikan, karena kebenciaan terhadap tikus berlebihan jadi saya selalu dihampiri oleh tikus yang tidak pernah belajar sejenis etika, tata krama dan sopan santun, selalu nyelonong seenaknya. Ada beberapa tingkah tikus yang membuatku semakin membencinya
Pertama; Suatu hari, waktu itu masih subuh… kubuka jendela lebar-lebar, kebetulan letak tempat tidurku bersebelahan dengan jendela. Saat itu aku ingin menikmati udara subuh yang dingin masuk ke kamarku. Ku biarkan jendela terbuka, aku melaksanakan kewajiban-kewajibanku di waktu pagi. Mandi, sholat, menyiapkan sarapan untuk anak-anak dan suamiku. Setelah selesai, aku kembali ke kamar untuk membereskan tempat tidur. Baru saja aku menarik selimut, tiba-tiba ada yang meloncat mengenai mukaku. Kontan aku menjerit dan berlari membuat seisi rumah panik dan bertanya-tanya ada apa?
Kedua; Ketika itu, kami berempat, aku, saat itu sedang membaca novel kesukaanku, kedua anakku bermain dengan pembantuku di rumah. Tiba-tiba, anakku yang kecil berlari sambil berteriak ketakutan. Kuhentikan bacaan sambil bertanya.
“Ada apa?”
“Roda sepeda jalan sendiri,” Ujarnya dengan mimik takut.
Aku berjalan ke arah dapur, kebetulan sepeda tersebut disimpan dengan cara digantung dekat dapur, dan hanya kelihatan bagian atasnya saja, bagian bawahnya terhalang rak sepatu.
Benar saja aku perhatikan roda sepeda berputar-putar sendiri, terus terang aku kaget dan takut juga. Sambil menerka-nerka, ada apa? Ku halau rasa takut sambil mendekati sepeda dengan ditemani pembantuku. Ternyata, di roda sepeda itu, ada tikus yang berusaha melarikan diri tapi tidak bisa. Semakin kencang dia berlari semakin cepat dan keras roda sepeda berputar. Karena merasa terganggu dengan keributan kami, tikus tersebut berlari tanpa arah yang pasti, membuat kami berlari ketakutan dan membuat anakku yang paling kecil menangis.
Ketiga; Ketika rumah kami renovasi, terpaksa kami harus pindah dan mencari kontrakan baru yang masih dikomplek yang sama. Akhirnya kami menemukan rumah yang sesuai dengan yang kami harapkan. Tidak terlalu mahal dan cukup nyaman bagi kami sekeluarga. Karena kondisi rumah di sekitar komplek kami sama, baik dari luas maupun bentuk rumahnya jadi kami mudah sekali beradaftasi dengan rumah kontrakan tersebut. Ada lagi, yang membuat kami nyaman adalah ruangan dapur dan ruang makan yang terbuka … jadi sambil memasak atau makan sambil memandang langit, yang pasti udara dengan bebasnya keluar masuk. Ternyata, ruangan terbuka banyak negatifnya. Ketika hujan turun, walau tidak kehujanan tetap saja membuat tidak nyaman. Terutama sang aktor dan aktris yang menakutkan yaitu TIKUS alias BEURIT alias MOUSE. Anehnya tikus tersebut hanya menghampiriku. Yang lebih parah, bahkan pernah, ketika aku sedang memasak… tiba-tiba tikus menggigit kakiku. Jadi selama enam bulan di rumah kontrakan tiap hari aku olah vokal, yaitu menjerit-jerit ketakutan karena ulah sang tikus yang tidak tahu tata krama. Anehnya, tikus tersebut menampakan diri hanya padaku. Entahlah, bahkan kata suamiku, tikus itu naksir aku. ….:-) bikin bete dan senewen aja tuh tikus.
Lepas dari semua itu, tiap hari yang kulakukan di depan komputer adalah memegang mouse, walaupun note book yang digunakan tetap saja lebih enak menggunakan mouse. Beruntunglah Mouse yang satu ini tidak berbulu, berkumis, seperti tikus aslinya.
Cerita yang mengasikkan…. resep….macana bari seuseurian da eta kacipta bu Nia jejeritan sieun ku beurit. Saurna di Thailand meh beurit teh tiasa di anggo menu di restoran…..
Comment by si uwa — April 4, 2009 @ 7:00 pm
Waduuuh uwa tertawa di atas penderitaan orang … he he he. iiiiy … Uwa tos nyobian? Di Indonesia ge aya Bakso Beurit …tapi ilegal.
Comment by nia — April 6, 2009 @ 1:04 am
ih sanes kitu, sanes mentertawakan di atas penderitaan orang……….nya kacipta wae eta mah……….hapunten atuh ari karaosna kitu mah………..maaf lahir bathin…
Comment by si uwa — April 7, 2009 @ 9:38 am
ha ha ha ha….biasa we uwa, teu nanaon atuh.
Comment by nia — April 8, 2009 @ 2:13 am
aku suka tikus
Comment by joe — August 22, 2009 @ 10:34 am