Nia dan Coretannya

May 21, 2009

SuNdEl BoLoNg

Filed under: Tentang Anak-anak

Kaca Pecah

Jum’at tanggal 15 Mei 2009
Ujian Nasional telah usai begitu pun ujian praktek, tinggal pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah, yang akan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 18 Mei 2009. Tapi kesibukan untuk pelaksanaan pendaftaran ke SMK sudah mulai, SMK selalu star lebih awal dibanding sekolah lainnya. Otomatis kami yang menjadi Wali Kelas mulai disibukkan dengan kepentingan anak-anak yang mau mendaftar ke SMK. Pengisian raport yang semester lima yang sebelumnya dalam raport sementara di pindahkan ke dalam raport yang asli, kemudian membantu perlengkapan syarat-syarat pendaftaran ke SMK.
Aku, yang tidak bisa kemana-mana setelah kecelakaan kecil menimpaku. Akhirnya,di haruskan kembali beraktivitas di sekolah, hal ini untuk memenuhi kepentingan anak-anak.
Hari jumat, aku ke sekolah pagi-pagi untuk memenuhi janjiku pada salah satu orang tua murid. Satu persatu anak-anak menghampiriku meminjam raport untuk di foto copy dari semester satu sampai semester lima, aku tinggal mengisi yang semester lima dan merata-ratakan setiap semesternya.
Anak-anak datang secara bergantian, jadi ditengah kekosongan aku bisa membuka note book sambil buka FB, Blog, dan menghapus email di Spam dengan diiringi lagu yang berjudul “In This Life” yang dinyanyikan Collin Raye, lagu kesukaanku sejak aku masih kuliah.
Tiba-tiba, Penny salah satu muridku menghampiri ke mejaku. Kualihkan pandanganku sambil bertanya, “Ada apa Pen…??”
“Bu, Peny pengin cerita, boleh nggak ??” Tanyanya sambil memandangku.
“Boleh,” jawabku sambil sesekali melihat ke monitor notebook di depanku.
“kemarin, kita kan latihan drama untuk ujian praktek kesenian.” Ujarnya sambil menunduk.
“Terus….,” tanyaku, melihat dia terdiam sambil menghela nafas.
“Nah, malamnya Penny mimpi,” ujarnya sambil memainkan jemarinya.
“Mimpi apa…, ketemu pacar…??” tanyaku menggodanya.
“Iiiiih, nggak, Penny belum pacar.” Jawabnya polos.
“Mimpinya serem bu, Penny mimpi didatangi orang yang nggak jelas dalam mimpi. Orang tersebut berkata, ‘hai….kalian, anak-anak jangan bikin ribut, kalian itu mengganggu tidurku.”
“Terus…,” tanyaku, melihat Penny terdiam.
“Nah, Pas bangun tidur jari Penny jadi bengkak.” Ujarnya sambil memperlihatkan jari manisnya yang kemerahan dan agak bengkak.
Aku tertawa, “ itu kebetulan” ujarku, sambil mengalihkan pandangan ke monitor.
“Iiiiiih, enggak ibu, ini bener,” Ujarnya lagi meyakinkanku.
“Bu…!!! ‘apa yang harus Penny lakukan,” ujarnya memandangku.
“Ya udah, sekarang banyak berdoa aja, dan jangan ribut lagi.” Ujarku , terus terang aku juga bingung harus bagaimana.
“ya udah tuch bu, Penny pamit.” Ujarnya sambil mencium tanganku.
“Ya…udah, hati-hati yaa,” ujarku .
Tak terasa hari beranjak petang, sudah pukul: 03.00. Aku harus pulang, tiba-tiba anak-anak memanggil-manggil namaku sambil melambaikan tangan.
“Ada apa…???” tanyaku, sambil melambai menyuruhnya masuk.
Anak-anak masuk, berdiri di depan mejaku.
“Ada apa, mau pinjam raport ???” tanyaku.
“Nggak….ibu, kami mau curhat tapi tidak di sini” jawab Devi salah satu muridku.
“Ya ..udah di sini aja nggak apa-apa kok.” Jawabku.
Anak-anak melirik ke belakang mejaku, di sana ada bu Popon dan bu Sri.
“Udah nggak apa-apa kok, mereka nggak akan mendengarkan kita,” Ujarku meyakinkan anak-anak.
“Gini …bu, kita kan habis latihan drama…terus, kita beres-beres meja, terus ada yang bolong.” Ujar Devi sambil melemparkan pandang ke anak-anak yang lainnya, mukanya terlihat pucat dan ketakutan . Begitu pun anak-anak yang lain, nampak jelas bias ketakutan dari wajah mereka.

Kuhentikan semua aktivitasku, kualihkan perhatian pada anak-anak. “Bolong apanya…??” tanyaku heran.
“Iiiiiih, ibu takut….ngeri lagi bu…” Jawab anak-anak serempak.
“Iya …, apa yang membuat takut dan ngeri itu.” Tanyaku bingung.
“Itu buu…., yang bolong,” jawab Devi dengan muka takut.
“Apa siih …??? ” tanyaku bingung.
“Sundel Bolong,” Ujarku … dengan keheranan.
“Iiiiih …. , Kok Sundel Bolong siih bu !!” Ujar anak-anak serempak diiring tawa mereka.
Giliran aku yang kebingungan, apa sih maksud anak-anak.
“Ibu, sini dech…,” Ujar Devi sambil membisikkan sesuatu ke telingaku.
“Ya …ampun, kenapa nggak bilang dari tadi…” Ujarku.
“Kok,ibu kepikiran Sundel Bolong siih,” tanya anak-anak sambil menertawakanku.
“Ya …udah kita ke kelas saja.” ujarku sambil beranjak dari kursi.
“Nah, gitu bu…,” ujar anak-anak serempak.

Aku ke kelas 9i diikuti anak-anak, Maulita menuntunku sambil menunjukkan kaca pecah yang sudah penuh dengan tambalan, kemudian di tutup dengan karton yang berisi gambar-gambar hasil karya mereka.
“Jadi ini yang bolong,” tanyaku sambil menunjuk kaca.
“Iya ibu…, kok ibu kepikiran Sundel Bolong sih.” Tanya anak-anak sambil tertawa.
Aku pun tertawa, lebih jelasnya menertawakan diri sendiri, kenapa sampai kepikiran SundelBolong segala.
Rupanya, gara-gara takut dimarahi, mereka ingin menyembunyikan kaca pecah tersebut dengan menambalnya. Hampir tiga jam mereka habiskan waktu untuk menambal kaca tersebut. Setelah selesai ditambal, ketakutan menghinggapi anak-anak, karena kalau di pegang sedikit saja bisa jatuh dan itu lebih membahayakan bagi orang lain.
“Ibu,… sekarang kita gimana, saya takut dimarahi guru-guru yang lain.”
Kulirik jam dipergelangan tanganku, hampir pukul empat.
“Ya …sudah, sekarang kalian pulang sudah sore.”Jawabku.
“Terus … kacanya gimana bu..?? Tanya anak-anak.
“Ya …udah, itu urusan ibu.” jawabku
Anak-anak berpamitan pulang sambil berterima kasih dan mencium tanganku.
Aku kembali ke ruang guru, tertawa sendiri dan mengundang tanya dari teman-temanku.
Ku jawab “ada Sundel Bolong” …. ha ha ha ha

{Satu pelajaran bagiku, begitulah anak-anak menyelesaikan masalah dengan memunculkan masalah baru}

6 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://nia.blogsome.com/2009/05/21/sundel-bolong/trackback/

  1. duh bu Nia teh geuning guru yang baik dan bijaksana nya….dengan murid2 begitu dekatnya. Kayanya disayangi murid2. Selamat lah bu Nia. Tapi kenapa anak2 ketawa waktu bu Nia bilang Sundel Bolong emang apa artinya? dan kenapa anak2 tidak memberitahukan guru langsung waktu ada bolong di kelas, malah ditutup dgn gambar2?

    Comment by fz — May 22, 2009 @ 7:46 am

  2. Kalo baik…itu memang saya uwa ..’he he he, PD pisannya.’
    Biasa uwa, anak-anak takut dimarahi oleh guru yang lain, bahkan mungkin harus menggantinya. Sundel Bolong itu …nama sejenis hantu perempuan yang punggungnya bolong di Film-film Indonesia…. coba uwa cari di youtube ttg Sundel Bolong…pasti nemu. Hatur Nuhun yaa…. senantiasa…setia menengok blog saya. teu di suguhan deuih …. he he he

    Comment by nia — May 22, 2009 @ 8:02 am

  3. Disuruh nonton Sundel Bolong di youtube oleh bu Nia. eh kalah ka film horor, terus ada yg ngasih tahu katanya Suzzananya sdh meninggal betulan…….ih jadi takut ahirnya nggak dilanjutkan nontonnya abis takut dasar borangan nya?…….he he he….

    Comment by fz — May 22, 2009 @ 10:12 am

  4. Memang betul udah meninggal uwa. Gpp atuh hanya film…oh ya ntar katanya mau berkunjung ke Aussie….menemui uwa …ha ha ha ha

    Comment by nia — May 23, 2009 @ 1:41 am

  5. Yeh kalah ka nyingsieunan…………..

    Comment by fz — May 26, 2009 @ 5:06 am

  6. Ceritanya heboh, bu. Tapi ada juga lucunya. Hehehe
    Terus berkarya, ya Bu

    Comment by wawan — May 28, 2009 @ 10:53 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham